
Aceh Tamiang, 28 Agustus 2026 — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Aceh Tamiang menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam Membuat Media Pembelajaran pada 26–28 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan untuk mendukung proses pembelajaran.
Pelatihan tersebut diikuti oleh para guru yang merupakan perwakilan dari sejumlah sekolah jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Aceh Tamiang. Peserta mendapatkan pengalaman dan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan teknologi AI sebagai alat bantu dalam merancang serta mengembangkan media pembelajaran yang kreatif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Kegiatan pelatihan secara resmi dibuka oleh Ketua PGRI Kabupaten Aceh Tamiang, H. Nurdin, S.Pd., MM. Dalam pembukaan kegiatan, ia menekankan pentingnya guru untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk hadirnya kecerdasan buatan yang semakin berkembang dan telah memasuki berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Menurutnya, perkembangan teknologi AI perlu disikapi secara positif dan bijak oleh para pendidik. AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran guru, tetapi dapat dimanfaatkan sebagai asisten yang membantu guru dalam menjalankan berbagai aktivitas pembelajaran.
"Guru harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Teknologi AI hendaknya kita manfaatkan sebagai alat untuk membantu meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan untuk menggantikan peran guru," demikian pesan yang disampaikan dalam pembukaan pelatihan.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga diarahkan untuk melakukan praktik langsung menggunakan berbagai teknologi berbasis AI. Peserta belajar mengeksplorasi bagaimana AI dapat digunakan dalam proses perencanaan pembelajaran, pengembangan ide, pembuatan bahan ajar, hingga menghasilkan berbagai bentuk media pembelajaran digital.
Pendekatan praktik tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih konkret kepada peserta sehingga teknologi AI tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi dapat langsung diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.
Kehadiran peserta dari jenjang SD dan SMP juga memberikan warna tersendiri dalam kegiatan. Setiap peserta dapat mengeksplorasi pemanfaatan AI sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, jenjang pendidikan, serta kebutuhan peserta didik di sekolah masing-masing.
Melalui pelatihan ini, PGRI Kabupaten Aceh Tamiang berharap semakin banyak guru yang memiliki kemampuan dan keberanian untuk berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran. Pemanfaatan AI diharapkan dapat membantu guru menghadirkan pembelajaran yang lebih interaktif, kreatif, kontekstual, dan menyenangkan bagi peserta didik.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026, tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya PGRI Kabupaten Aceh Tamiang dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pendidikan.
Dengan semakin terbukanya akses terhadap teknologi AI, guru diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi pengembang inovasi pembelajaran yang memanfaatkan teknologi secara kritis, kreatif, bertanggung jawab, dan tetap menempatkan guru sebagai tokoh utama dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik.
Bagikan:
